Kepala MBG Mas Daryono : Meminta Pada anggota KTNA Se Indonesia kalau Ada Yang Baik dari MBG Tolong Disampaika Kemasyarakat, Jangan Jeleknya Saja, Sekitar 2400 Sekolah Belum Dapat MBG Dan 2700 Dapur Dikawasan Daerah 3 T Siap Diaktifasi
MBATU,KRJATIM.COM,- Pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan dan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).Saat ini sekitar 240 Ribu sekolah yang masih perlu kita layani, namun tidak serta merta membukanya, tentunya dengan melalui kajian, sehingga tidak mengulang kesalahan masa lalu. Hal itu disampakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono pada Koranrakyat Sabtu (19/09) 2026 usai acara Rembuk KTNA di kota Mbatu
Ditambahkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat ini sekitar 2700 dapur dikawasn 3 T yang siap diaktifasi dan dibuka.Tentunya percepatan tersebut dilakukan melalui pendekatan berbasis data agar pelaksanaan program benar-benar menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.Pemerintah telah menetapkan percepatan penyelesaian SPPG di wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan daerah 3T lainnya.
Target yang semula direncanakan selesai dalam waktu satu bulan dipercepat menjadi satu minggu guna memastikan masyarakat di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dapat segera memperoleh manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
“Wilayah Papua, NTT, Nias, Maluku, Maluku Utara, dan daerah-daerah yang jauh menjadi prioritas,” kata Mas Dar. Mas Dar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku dapat membantu proses pengajuan ataupun percepatan pembukaan SPPG.
“Saya pastikan seluruh proses dilakukan melalui sistem. Tidak ada pihak yang dapat menjanjikan atau membantu pembukaan SPPG di luar mekanisme resmi. Semua proses dilakukan secara transparan agar tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tetap akuntabel dan berintegritas,” tegasnya.
Dalam memberikan arahan pada seluruh anggota KTNA se Indonesia di Kota Mbatu Malang Jawa Timur, bahwa Petani bisa menginfrmasikan pada masyarakat baik melalui Medsos atau media yang lain agar disampaikan bahwa hasil pertanian telah diserap oleh Program MBG, sehingga hasil Pertanian tidak seperti dulu lagi, sekarang petani lebih makmur dan sejahterah denga adanya MBG hasil pertanian telah dibeli oleh dapur MBG dengan harga yang cukup baik.” Sampakan di medsos kalau ada yang baik,jangan kalau rugi berteriak, kalau untung diam saja, bantu program pak Presiden Prabowo dengan baik,” ujarnya dengan disambut oleh Para petani dengan tepuk tangan.
Sementara Wakil Walikota Mbatu Heli Suyanto menyampaikan bahwa pemerintah kota Mbatu mendukung adanya program MBG, seperti disampaikan mas Daryono, bahwa pemerintah daerah nantinya akan dilibatkan mengawasi dan merekomendasi dapur dapur didaerah yang dianggap layak maupun tidak layak untuk beroperasi.
Dikatakan Heli bahwa dengan adanya Rembuk KTNA dimana kota mbatu akan sangat baik Karena seluruh produk pertanian di kota Mbatu akan terbantu terserap dibeli oleh dapur MBG, mulai dari sayuran dari hasil pertanian . susu sapi serta daging, telor merupakan hasil dari peternakan serta yang lainya. Kalau kelautan memang kita tidak ada, namun dari Pertanian dan peternaan akan sangat membantu,” ujarnya (dil)







