Bupati Subandi Blusukan Temui Pasien TB, Membedah Rumahnya Dan Tinjau Rumah Sakit Anwar Medika

Bupati Sidoarjo, Subandi tinjau Chaela Pasien TB
SIDOARJO,KRJATIM.COM, Penyakit TB yang merupakan katagori penyakit yang bisa menular, oleh karenanya bila warga terkena TB harus segera dilakukan tindakan dan segera ditangani oleh Rumah sakit atau Puskesmas sehingga tidak menjalar ke masyarakat yang lain.
Bupati Sidoarjo, Subandi mendapatkan informasi dari masyarakat ada warganya terkena TB, ia gerak cepat (Gercep red) melakukan blusukan ke warga yang kena penyakit TB tersebut. Diantaranya Chaela (19) warga desa Gelang Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Pada Jumat (11/07) belum lama ini.
Chaela harus berjuang melawan penyakitnya,yakni peritonitis Tb ( infeksi perut),meningitis tb (infeksi selaput otak), dan terkena tb paru paru.
Bupati Subandi memerintahkan pada petugas kesehatan setempat untuk memantau kondisi Chaela, sehingga bisa segera membaik, sembuh dari penyakitnya.Hasil dari pantauan Dinas Kesehatan Chaela mengalami sakit sejak bulan juni 2025.

Bupati Subandi Foto bersama usai melakukan peninjauan
Secara tegas bupati meminta pada Dinas Kesehatan untuk memantau kondisi Chaela . secara intensif. Atensi Bupati ini diperhatikan oleh Dinas Kesehatan Kab Sidoarjo, bahkan instansi kesehatan setempat melakukan pemantau secara intensif terhadap Chaela.Dengan pengobatan secara rutin, Bupati meyakini Chaela akan segera sembuh dari penyakitnya.
Blusukan Bupati Subandi ke pasien TB Chaela ternyata banyak mendapat masukan, bahkan melihat kondisi secara langsung warganya, dalam hal ini Chaela yang terkena penyakit TB.Dalam pantauan Bupati rumah Chaela ini sangat tidak layak, sehingga berakibat,penghuninya terkena penyakit. Dalam kulaan masalah itu, bupati medapatkan dua masalah warganya, pertama Chaela yang terserang penyakit dan kedua ternyata rumah Chaela harus dibedah sehingga jadi rumah yang layak huni dan sehat.

Rumah Chaela Dapat Bantuhan Bupati Sidoarjo Subandi
Melihat Rumah Chaela tidak layak Bupati langsung menyiapkan anggaran untuk membeda rumah Chaela” kami siapkan anggaran Rp. 20 Juta hingga Rp. 25 Juta untuk membedah rumah pasien TB ini, Ujar Bupati. Kita punya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rumah Chaela bisa kita bedah melalui anggaran tersebut. Bupati langsung memerintahkan bawahanya untuk bisa segera melaksanakan bedah rumah, di pasien TB Chaela.
Melihat pasienya kena TB bupati langsung mengunjungi sejumlah rumah sakit di Sidoarjo, bagaimana rumah sakit di Sidoarjo dalam melayani pasien TB.Bisa gerak cepat atau tidak lelet dalam membantu pelayanan terhadap masyarakat.
Sementara dr. Lakhsmi Herawati dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo saat mendampingi Bupati menyampaikan , berjanji akan memberikan pelayanan prima dan gerak cepat dalam memberikan layanan terhadap masyarakat Sidoarjo. Khususnya Chaela pasien yang tergolong Komorbid yang cukup komplek. Kami telah melakukan pendampingan dengan melalui tenaga medis kami yang ada di Puskesmas Kepadangan,kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.
Sedangkan yang jadi sasaran blusukan Bupati diantaranya Rumah Sakit Anwar Medika di desa Balong Bendo Kabupaten Sidoarjo. Bupati berkeinginan meliat secara langsung bagaimana cara rumah sakit melayani masyarakat Sidoarjo, dimana Rumah Sakit Medika ini kerab dijadikan rujukan oleh sejumlah Puskesmas di Sidoarjo. “ Kami ingin memastikan bahwa semua standar pelayanan kesehatan dijalankan dengan baik, ini bagian dari komitmen kami dalam menjamin layanan kesehatan yang prima bagi seluruh warga Sidoarjo,’ Tegas Bupati.

Bupati Sidoarjo Subandi Tinjau Rumah Sakit Medika (
Rumah Sakit Medika ini merupakan rumah sakit yang banyak melayani warga Sidoarjo di wilayah Barat. Bupati saat itu juga langsung blusukan melihat layanan secara langsung, mulai dari penerimaan hingga masuk ruangan rawat inap pasien, serta menanyakan langsung pada pasien bagaimana layanan dari Rumah Sakit Medika ini.Dalam dialog dengan pasien Bupati belum menemukan ada keluhan dari masyarakat, selanjutnya Bupati menemui pihak pengelolah Rumah Sakit Medika.” Sementara belum ada masalah, dan cukup layanannya, Ujar Bupati.
Masih dikatakan Bupati Fasilitasnya sudah baik dan bersih. Ini penting demi kenyamanan dan percepatan proses penyembuhan pasien. Warga Sidoarjo Barat bisa menjadikan RS Anwar Medika sebagai rumah sakit rujukan,” ujarnya.
Blusukan Bupati Subandi ternyata tidak sia sia, Bupati juga memberikan informasi pada masyarakat Sidoarjo bahwa Rumah Sakit Anwar Medika mulai 1 Juli 2025, melayani kembali pasien yang berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan yang sebelumnya sempat terhenti semenjak 1 Januari tahun 2024.
Bupati meminta Camat dan kepala desa di seluruh Balong bendo untuk bisa segera mensosialisasikan kemasyarakat, karena ini penting bagi masyarakat, sehingga mereka tidak jauh jauh untuk berobat, dan segera mendapatkan layanan yang terdekat.
Dalam blusukan ke instansi Kesehatan bupati didampingi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Dandim 0816, Camat Balongbendo dan seluruh Muspika setempat.
Sementara dr Agus Fahrudin Farid Founder atau pemilik Rumah Sakit Anwar Medika Sidoarjo menjelaskan bahwa Rumah sakit Anwar Medika yang ada di Sidoarjo ini merupakan Rumah Sakit kelas C yang telah terakreditasi paripurna yang diresmikan pada tanggal12 April 2001dibawah naungan Perusahaan Perseroan Terbatas Rumah Sakit Anwar Medika yang ada di Sidoarjo.
Rumah Sakit Anwar Medika memiliki tujuan yang sangat muliah diantaranya memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap dan terjangkau selain itu juga tujuanya memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan ramah. Bukan hanya itu saja rumah sakit ini memiliki kompetensi SDI (Sumber Daya Insani) secara optimal dan juga meningkatkan kemitraan yang harmonis.
Bukan hanya tujuan tapi Rumah Sakit Anwar Medika juga memiliki visi diantaranya, terwujudnya pusat rujukan Kesehatan Bagi Masyarakat Sidoarjo dan Sekitarnya sedangkan misinya hampir sama dengan tujuan diantaranya , memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap dan terjangkau,memberikan pelayanan yang cepat, aman, dan ramah,meningkatkan kompetensi SDI (Sumber Daya Insani) secara optimal,meningkatkan kemitraan yang harmonis.
Sementara Toni Herlambang Atmojo warga Sidoarjo menyampaikan bahwa kesehatan merupakan satu kebutuhan masyarakat yang sanga penting. Oleh, karenanya meminta pada Bupati Sidoarjo Subandi jangan bosan bosan untuk melakukan blusukan ke masyarakat. Jangan hanya karena adanya pasien yang viral tapi, harus ada agenda khusus blusukan ke masyarakat. Dengan adanya blusukan itu akan mendapatkan informasi yang akurat persoalan yang ada di masyarakat khususnya terkait dengan kesehatan.Saya amati cukup gerak Cepat ( Gercep) bupati dalam mengambil tindakan setelah meliat pasien Chaela kondisinya yang cukup memprihatinkan langsung ada tindakan dan memerintah aparat kesehatan untuk melakukan tindakan pemantauan serta memberikan bantuan pengobatan.
Kedatangan bupati di rumah Chiela mendapatkan dua masalah selain kondisi chiela yang terkena TB itu juga melihat rumah Chiela sangat tidak layak, bupati langsung berani memutuskan untuk membantu dengan anggaran yang telah disiapkan dengan melalui bedah rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jadi sebagai pemimpin puncak memang harus mampu memberikan tinfdakan yang cepat , tanpa harus melakukan koordinasi dengan pihak lain.Sehingga pasien Chiela segera tertangani, memang negara harus turun meliat rakyatnya yang sedang menderita.
Menurut Toni, ia yakin selain Chiela bila bupati terus melakukan blusukan pasti akan menemukan masalah yang lain, bukan hanya dibidang kesehatan saja, tapi infrastur di Sidoarjo ini harus dapat perhatian.Seperti halnya di kawasan Lingkar Timur dimana kawasan itu banyak dilalui kendaraan besar sehingga banyak jalan yang berlobang.Dengan adanya blusukan bupati maka segala persoalan bisa segera tertangani.(an)







