Perwira Intelektual Penjaga Pancasila Buku M.T. Harjono Sangat Cocok Semangatnya  Bagi  Generasi Milenial


 

JAKARTA.KRJATIM.COM,– 9 Oktober 2026 – Keluarga besar MT Harjono merilis Buku M.T. Harjono: Perwira Intelektual Penjaga Pancasila di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Kamis (8/10).Biografi disusun oleh Andri salah satu Joenaist di Jakarta  dengan melalui penelusuran literatur sejarah, arsip, serta wawancara dengan keluarga dan sejumlah penggiat sejarah.

“Semoga buku ini bisa menjadi cermin untuk tentara sekarang,” ujar Andry penulis buku ini menyampaikan pada media di Jakarta.Buku tersebut mengulas perjalanan M.T. Harjono sejak menempuh pendidikan hingga menjalankan tugas di lingkungan militer.Andry juga berharap bukunya dapat menjadi penghubung antara generasi terdahulu dan generasi sekarang. Potret Keluarga M.T. Harjono saat Peluncuran dan Bedah Buku di Jakarta pada Kamis (8/10).

Alasan Andry Hariana Menulis Buku M.T. Harjono

Andry menjelaskan penulisan biografi tersebut berawal dari permintaan keluarga M.T. Harjono.Permintaan itu disampaikan setelah keluarga melihat keterlibatannya dalam acara bedah buku D.I. Pandjaitan.“Selain permintaan keluarga M.T. Harjono yang melihat saya di acara bedah buku D.I. Pandjaitan, saya melihat banyak orang yang tahu Letjen M.T. Harjono adalah nama jalan,” kata Andry.Menurutnya, sebagian masyarakat hanya mengenal sosok tersebut sebagai nama jalan atau Pahlawan Revolusi.“Jika ada yang tahu lebih jauh, terbatas sebagai Pahlawan Revolusi korban kekejaman Gerakan PKI. Itupun lewat film G30SPKI yang hanya menggambarkan bagaimana beliau gugur,” sambungnya.

Keluarga MT.Harjono

 

Proses Riset Buku M.T. Harjono

Andry mengaku menghadapi keterbatasan bahan saat mulai menyusun biografi M.T. Harjono.Salah satu sumber yang ditemukan merupakan buku terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 1984.

“Ini menjadi papan puzzle buat saya. Saya kemudian menemui adik M.T. Harjono di Surabaya, dr. Asih yang sudah sepuh. Saya seperti mendapat beberapa potongan puzzle, kemudian potongan-potongan lain mulai ditemukan,” jelas Andry.Untuk melengkapi informasi, Andry menelusuri sejumlah literatur dan menghubungi penggiat sejarah.

Ia juga mencari bahan melalui Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dinas Sejarah TNI AD, dan Pusat Sejarah TNI.Dalam proses pengumpulan data, Andry menghadapi kendala karena sejumlah narasumber telah berusia lanjut.Bahkan, beberapa narasumber meninggal dunia sebelum wawancara dapat dilakukan.“Saya gagal wawancara dengan adiknya M.T. Harjono karena sudah terburu wafat. Begitu juga dengan Ibu Mery Hoegeng sepupu Ibu Mariatne istri M.T. Harjono, belum wawancara , Ibu Mery keburu wafat. Ada juga saya sempat wawancara keponakan M.T. Harjono, beberapa bulan kemudian juga wafat,” katanya.

Pendidikan dan Kiprah M.T. Harjono di Lingkungan TNI

Melalui penelusurannya, Andry menemukan bahwa M.T. Harjono memiliki kebiasaan belajar melalui bacaan, diskusi, dan lingkungan sekitarnya.Harjono pernah menempuh pendidikan di Hogere Burgerschool (HBS), yang kini berkaitan dengan SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 5 Bandung.Ia juga menguasai berbagai bahasa asing dan pernah menempuh pendidikan kedokteran sebelum menjadi tentara.Andry menjelaskan perjalanan militer Harjono banyak berkaitan dengan kegiatan perundingan dan diplomasi.Selain pendidikan dan karier militer, Andry turut menyoroti integritas serta kesederhanaan Harjono dalam kehidupan sehari-hari.“Nilai2 perjuangan M.T. Harjono masih relevan sampai kini….. misalnya integritas dan kejujuran,” jelas Andry.

Salah satu kisah yang disampaikan berkaitan dengan tanggung jawab Harjono dalam pengelolaan bahan bakar minyak.Ia pernah menangani kebutuhan bahan bakar kendaraan perang untuk operasi Trikora dan Dwikora.“M.T. Harjono sempat menjadi penanggung jawab bahan bakar minyak untuk seluruh kendaraan perang operasi Trikora Dwikora. Dari bahan bakar truk, tank sampai pesawat. Tak sedikit pun beliau ‘mencolek’ uang itu, padahal ia harus membayar angsuran rumahnya,” pungkas Andry.

Peluncuran dan Bedah Buku M.T Harjono

Kegiatan peluncuran dan bedah buku di Jakarta membahas lima nilai utama yang berkaitan dengan kehidupan M.T. Harjono, yaitu:

  • Integritas
  • Intelektualitas
  • Kepemimpinan
  • Pengabdian
  • Pancasila

Diskusi tersebut dipandu Dr. Abie Besman sebagai moderator.Sejumlah tokoh militer, sejarawan, keluarga, dan penulis terlibat sebagai narasumber. Narasumber dalam kegiatan tersebut meliputi:

  • Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo, M.Sc., Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI.
  • Marsdya TNI Dr. Budhi Achmadi, M.Sc., Asisten Strategi Panglima TNI.
  • Dr. Donny Alamsyah Syeyoputra, sejarawan.
  • Rianto Nurhadi, putra M.T. Harjono.
  • Andry Hariana, penulis buku M.T. Harjono: Perwira Intelektual Penjaga Pancasila.

Selain diskusi, acara dilengkapi dengan penayangan film pendek biografi Letjen TNI Anumerta M.T. Harjono.Menariknya, film tersebut diproduksi MPN Studio dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menghadirkan kembali perjalanan hidup M.T. Harjono melalui pendekatan visual yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan zaman.(nyo)

Berita Terkait

Top