banner 468x60

Sekitar 53 Pedagang Krian Di Rapid Test Kadisperindag Larang 14 Hari Pedagang Berjualan

banner 160x600
banner 468x60


SIDOARJO(KORANRAKYATJATIM.COM) – Mulai pukul 09.00, Sabtu (2/5), petugas dari Dinkes Sidoarjo dan Puskesmas Krian melakukan rapid test di Pasar Krian. Sasarannya pedagang terdekat dari los milik pasangan suami istri yang positif terpapar Covid-19.

Sebanyak 53 pedagang ikut rapid test. Padahal, sasarannya 70 orang. Yakni, para pedagang yang sebelumnya pernah kontak. Namun, sebagian orang sudah pulang. ’’Karena hanya dagang di pasar saat dini hari, pagi sudah pulang,’’ kata Rini Mardiana, salah seorang petugas rapid test dari Puskesmas Krian.

Selain melakukan uji cepat, mereka mewawancarai para penjual. Itu terkait kontak dengan pasien serta keluhan sakit. Para pedagang kompak menjawab sehat semua. Tidak ada gejala. ’’Insya Allah tidak ada yang positif, negatif semua,’’ ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Sidoarjo dr Atho’illah.

Hasil tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh satgas gugus tugas Covid-19. Apakah butuh ditambah rapid atau tidak? ’’Bila membutuhkan perluasan, akan kami lakukan. Yang di Gresik sudah di-handle Dinkes Gresik,’’ lanjut Atho’. Sebab, pedagang yang positif merupakan warga Kota Giri.

Kepala Disperindag M. Tjarda menambahkan, hari ini (3/5) pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada pedagang di blok timur. Meraka diminta tutup sementara selama 14 hari. Penutupan mulai besok (4/5). ’’Meskipun hasilnya negatif, tetap mengantisipasi persebaran virus Covid-19 di Pasar Krian,’’ katanya.

Tjarda menyatakan, Pasar Krian tidak tutup secara keseluruhan. Hanya pedagang berjarak 50 meter dari lokasi dagang penjual yang positif yang diminta tidak berjualan dulu. Tercatat ada 40 stan.

Dia juga meminta para pedagang lain dan pembeli taat aturan. Prosedur pencegahan Covid-19 harus benar-benar dipatuhi. ’’Mereka wajib pakai masker. Kalua tidak pakai, harus pulang, tidak boleh masuk,’’ tegas Tjarda.

Jika mereka tetap ngeyel, pihaknya mengancam untuk menutup lapak pedagang. ’’Dalam PSBB ini, aturan di pasar sudah jelas. Jam operasional dibatasi, SOP pencegahan Covid-19 diperketat. Kalau melanggar, ada sanksinya,’’ ujarnya.

Sementara itu, jumlah orang yang meninggal mendadak terus bertambah. Kemarin dua penderita penyakit kronis tutup usia. Yakni, di Sukodono dan Jabon. Di Desa Pekarungan, Sukodono, Jumat malam (1/5) Edi Waluyo meninggal mendadak. Dari informasi yang dihimpun, sejak siang Edi tak enak badan. Namun, pria 54 tahun itu enggan berobat ke dokter. Pukul 16.00, sakit Edi bertambah parah. Dia sulit bernapas. Keluarga panik. Sejurus kemudian menghubungi ambulans.

Warga Perumahan Graha Asri Sukodono itu sempat tak sadarkan diri. Minimnya pasokan oksigen di dalam tubuh membuatnya pingsan. Beberapa menit kemudian, ambulans tiba. Sayang, Edi sudah berpulang.

Petugas kesehatan tiba dengan memakai APD di lokasi. Kapolsek Sukodono Iptu Warji’in Krise menuturkan, korban memiliki riwayat penyakit kronis. Yaitu, diabetes. ’’Sempat terkena stroke,’’ jelasnya.

Pada kejadian lain, di Masjid Bhaitus Sholihin, Desa Kedungcangkring, Jabon, Agus Hasal tak bisa beristirahat. Kala itu pukul 02.00. Dia mengeluh dadanya sakit. Korban mengalami sesak napas.

Siti Lailatin, istri Agus, memberikan pertolongan. Membuatkan minuman hangat. Nah, saat memanaskan air dan meracik minuman, Siti Lailatin mendengar suaminya mengerang kesakitan. Dia seketika berlari. Agus mengembuskan napas terakhir.

Kapolsek Jabon AKP Sumono menuturkan, sejak 23 April, korban bersama keluarga tinggal di masjid. Sebab, dia tak bisa membayar kontrakan rumah. ’’Sebelumnya kontrak di Desa Tempel, Gempol, Pasuruan,’’ ucapnya. Takmir masjid memberikan izin sementara tinggal bersama istri dan empat anaknya.(an)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Sekitar 53 Pedagang Krian Di Rapid Test Kadisperindag Larang 14 Hari Pedagang Berjualan"