banner 468x60

PSBB Terminal Purabaya Hanya Angkutan Lokal Yang boleh Jalan

banner 160x600
banner 468x60

− Sidoarjo(Koranrakyatjati,.com)  Terminal Purabaya tetap beroperasi saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hari ini. Namun, pelayanan angkutan akan dibatasi. Hanya angkutan lokal jurusan Surabaya−Sidoarjo−Gresik yang boleh beroperasi. Sementara itu, angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) asal dan tujuan wilayah PSBB diberhentikan untuk sementara waktu.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mengatakan, sesuai dengan ketentuan PSBB, bus jurusan antarkota antarprovinsi tidak boleh beroperasi. Ketentuan itu sesuai dengan aturan pemerintah pusat mengenai angkutan umum di area PSBB.”Untuk Terminal Purabaya, sebagian besar angkutan akan berhenti beroperasi mulai besok (hari ini, Red),” ucapnya. Itu disebabkan sebagian besar bus di Purabaya memang melayani angkutan antarkota, antarprovinsi, bahkan antarpulau.

                  Angkutan di wilayah aglomerasi masih diperbolehkan. Artinya, angkutan yang jurusannya hanya berkutat di tiga wilayah PSBB yang diterapkan di Jatim. Yakni, Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Mereka tetap boleh melayani penumpang. Di luar area itu tidak diperbolehkan. Sementara itu, Dishub Jatim kemarin juga mengeluarkan SE 55.21/2988/113.4/2020 tentang larangan operasional angkutan umum AKDP trayek asal dan tujuan wilayah PSBB di Jatim. Dalam surat yang disahkan 27 April itu disebutkan, seluruh angkutan AKDP di area PSBB dihentikan sementara. Tertanggal 28 April−11 Mei.

Larangan berhenti opersional tersebut sebenarnya sudah disikapi beberapa perusahaan otobus (PO) sebelum SE itu terbit. Catatan Organda Jatim menyebutkan, sudah ada lima PO yang mengandangkan seluruh armadanya. Terbaru, PO Sumber Group tidak mengoperasikan armadanya mulai hari ini.

               Pantauan di Terminal Purabaya menunjukkan, mobilitas penumpang menurun. Banyak bus yang menunggu lama di terminal keberangkatan untuk mengangkut penumpang. Sementara itu, penumpang yang ditunggu tidak kunjung datang.

Di terminal kedatangan, mati surinya Terminal Purabaya semakin terlihat. Lokasi yang biasanya ramai oleh penumpang luar kota itu kemarin siang melompong. Tidak ada bus yang berjejer menurunkan penumpang. Kosong.Kepala Agen Bus Patas Antarkota Antarprovinsi (AKAP) Susetyo Eko membenarkan sepinya penumpang itu. Hingga kemarin, armada yang digas turun ke jalan mencapai lima unit. Padahal, pada waktu normal, biasanya bus yang beroperasi setiap hari mencapai 20 armada.

”Turun jauh, Mas,” ucapnya sambil duduk termenung di bawah pohon di area terminal. Penurunan tersebut terjadi sejak Maret. Penumpang semakin anjlok sejak masuk April. Akibat penurunan itu, sopir dan kru bus harus digilir agar semua bisa dapat jatah untuk narik dan mendapat pemasukan.

                 Eko mengatakan, dirinya belum mengetahui sikap PO apakah tetap beroperasi saat PSBB diterapkan hari ini. ”Kami menunggu hasil rapat nanti sore (kemarin, Red),” ucapnya. Yang jelas, dia berharap pemerintah membuat aturan tegas.Aturan tegas itu penting agar armada tidak bingung saat beroperasi. Dia mencontohkan, meski beberapa hari belakangan Terminal Purabaya masih beroperasi penuh, bukan jaminan bus bisa melintas tanpa halangan sampai tujuan.

”Info dari sopir kami, di beberapa daerah ada operasi pengecekan. Ada juga yang langsung meminta kami untuk balik arah,” jelasnya. Di Babatsari dan Purbalingga, kami diminta balik arah karena pihak kabupaten menolak bus jurusan Surabaya melintas.

                        Di Maspati, sebelumnya bus juga dicegat. Namun setelah sopir berdialog, akhirnya oleh petugas tetap diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Aturan tumpeng-tindih itu jelas merugikan penumpang. Sementara itu, penumpang menyalahkan kru karena tidak bisa mengantar sampai tujuan.Wakil DPD Organda Jatim Firmansyah Hanafi saat ditanya soal surat dishub provinsi hanya menjawab singkat. Mereka kini patuh pada aturan berlaku. ”Mau bilang apa lagi? Patuhi saja,” ucapnya.(an)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "PSBB Terminal Purabaya Hanya Angkutan Lokal Yang boleh Jalan"