banner 468x60

DUGAAN JUAL BELI GINJAL PENASEHAT HUKUM ITA TEMUI RSSA

banner 160x600
banner 468x60

MALANG(KRJ.COM) Kuasa hukum Ita Diana bertemu dengan pihak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) terkait dugaan jual-beli ginjal. Pertemuan itu digelar di Ruang Singosari RSSA, Kamis (28/12/2017).Konsultan hukum RSSA, Eko Budi Prasetyo membantah pernyataan Ita terkait jumlah surat yang ditandatangani sebelum menjalani operasi.Sebelumnya, Ita mengaku hanya sekali menandatangani surat dari rumah sakit sebelum melakukan operasi.
“Kami memiliki banyak dokumen yang ditandatangani sebelum operasi. Bukan hanya sekali,” kata Eko kepada Bahkan RSSA memenuhi hak Ita untuk mendapat layanan asuransi kesehatan dan uang pengganti karena tidak bekerja selama tiga bulan pasca operasi.Semua dokumen itu sudah ditandatangani sehingga uang bisa dicairkan.“Nilainya dengan rumusan sebulan untuk kehidupan empat anak sebesar Rp 15 juta.”
“Kalau tiga bulan berarti Rp 45 juta. Juga ditambah asuransi sebesar Rp 5 juta,” papar Eko.Saat ini RSSA telah membentuk tiga tim untuk melakukan audit. Tiga tim itu terdiri dari tim medis, etik, dan badan audit.Tim ini akan melakukan legal audit untuk mendalami prosedur serta berkas sesuai dengan tupoksinya.
“Sejauh ini sudah 80 persen berjalan. Apa yang kami lakukan sudah sesuai prosedur,” sambung Eko.Pihaknya baru tahu polemik ini setelah operasi atau delapan bulan setelah Ita operasi tranplantasi.
Menurutnya, Ita telah mendaftarkan diri untuk mendonorkan ginjal sejak 2015.Sempat ada calon penerima donor pada 2016.
Namun, operasi batal dilakukan karena ada hal medis yang tidak sesuai.
“Barulah 2017 cocok,” ungkapnya.Saat mendaftar, Ita disodori formulir dan menjalani interview.Saat itu tidak ada keterangan faktor ekonomi yang melatar belakangi Ita mau mendonorkan ginjal.Bila tahu hal itu, RSSA pasti menolak.“Faktor ekonomi terungkap setelah delapan bulan operasi,” tegasnya.Sementara itu, kuasa hukum Ita, Yassiro Ardhana Rahman masih menunggu hasil legal audit yang dilakukan RSSA.
Belum tuntasnya legal audit mengakibatkan pihaknya belum menerima keterangan soal penanganan itu sesuai prosedur ada tidak.“Jawaban RSSA masih dilakukan legal audit.”“Hasilnya akan diberikan kepada kami.”“Karena masih legal audit, saya tidak tahu itu sesuai prosedur atau tidak,” kata Yassiro.Yassiro telah mengajukan permohonan klarifikasi atas adanya dugaan jual beli organ.
Namun setelah pertemuan, Yassiro tidak banyak memberi penjelasan terkait hal yang dipertanyakan sebelumnya, seperti dugaan keterlibatan dokter maupun prosedur yang tidak sesuai.Terkait perbedaan keterangan kliennya dengan keterangan RSSAsoal surat yang ditandatangani, Yassiro tidak menjawab.
Dia hanya menegaskan pertemuan itu hanya untuk klarifikasi.
“Kami hanya menanyakan prosedurnya sudah sesuai Permenkes 38/2016 atau tidak.”
“ Jawaban dari RSSA masih akan dilakukan legal audit untuk didalami,” tambahnya.(fd)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "DUGAAN JUAL BELI GINJAL PENASEHAT HUKUM ITA TEMUI RSSA"