banner 468x60

Ada Apa Dengan Polres Lamongan Laporan Tahun 2014 Tahun 2018 Belum Tuntas

banner 160x600
banner 468x60

LAMONGAN (KRJ.COM)
Penanganan kasus dugaan penipuan di Lamongan cukup lamban. Laporan pada tahun 2014, namun hingga tahun 2018 tidak ada tindakan dari aparat kepolisian Polres Lamongan,tentunya menjadi tanda tanya masyarakat ada apa dengan kasus tersebut. Sementara diduga korbanya cukup banyak.
Dikatakan Lieswati warga Dusun Gampang desa Sekarbagus Kec.Sugio Kab Lamongan. Pada saat itu terlapor Sutahar yang juga warga dusun Gampang, ngambil gabah dan beras sebanyak 25 ton, namun pada saat waktunya membayar Sutahar enggan membayar, malah menantang agar kasusnya dilaporkan ke polisi.Karena merasa jengkel akhirnya Lies dengan beberapa korban lain pada tahun 2014 lapor ke Polres Lamongan, namun anehnya kasusnya tidak diproses hingga tahun 2018, tidak ada perkembangan apapun.
Sementara koranrakyatjatim berusaha melakukan konfermasi ke Kapolres Lamongan, namun hanya ditemui Kanit 2 Polres Lamongan, namun cukup aneh saat dikonfermasi malah wartawan disuruh keluar dari ruangan. “ Coba sampean keluar dari ruangan saya,” ada apa dengan Kanit ini seperti tidak mengerti UU Pokok Pers No 40 tahun 1999 bahwa menghalang halangi kerja wartawan ada sanksi hukumnya. Namun, wartawan koranrakyat tidak patah arang, akhirnya setelah didesak bahwa Khusen memberikan pernyataan bahwa berkas sudah coba kita limpahkan ke kejaksaan pada waktu itu, namun berkas kembali dengan status P19 tapi kita juga agak susah Melengkapi berkas ini, menjanjikan Minggu depan kita upayakan Proses mediasi dahulu dengan korban dan terlapor. "Ujar Kanit 2 Polres Lamongan IPTU A. Khusen, SH. (mt)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Ada Apa Dengan Polres Lamongan Laporan Tahun 2014 Tahun 2018 Belum Tuntas"