banner 468x60

Pendidikan Karakter Bangsa Di Perbincangkan Dalam Konfrensi Dan Seminar International Oleh 16 Negara Di UM

banner 160x600
banner 468x60

Ket Foto :Prof Dr Imam Suyitno panitia penyelenggara konfrensi dan seminar International di UM dan Prof J. Prabbakar Rao  asal India saat memberikan materi (dil) .

 

MALANG(KORANRAKYAJATIM.COM), Pendidikan karakter bangsa di bahas oleh 16 negara dalam kegiatan konfrensi dan seminar International yang diselenggarakan oleh Jurusan Sastra Indonesia  Fakultas  Sastra Universitas Negeri Malang kegiatan  dilaksanakan  selama  dua hari Selasa  dan Rabu (26-27) 2017, di Gedung Aula A 3 Universitas Negeri Malang.

        “ Persoalan karakter bangsa  ternyata bukan menjadi persoalan bangsa Indonesia saja termasuk  beberapa Negara  lainya  termasuk  Negara  Amerika dan sejumlah Negara maju  lainnya,” ujar Prof Dr Imam Suyitno panitia penyelenggara konfrensi dan seminar International di UM .

          Dikatakan Prof. Imam  kegelisaan  soal karakter bangsa ternyata  terjadi di beberapa negara lainya   termasuk negara maju Amerika. Oleh karenanya dengan adanya seminar  International ini diharapkan ada yang bisa disumbangkan bangsa Indonesia  serta  dunia International yang mengalami kegelisahan serupa, tentunya dengan melalui  pendidikan bahasa dan sastra.

 Pada era globalisasi  saat ini para generasi muda kita saat ini ada kecenderungan mulai sedikit meninggalkan budaya, seni dan satra bergeser ke  dunia elektronik, informatika  yang bersifat kering,  teknis  dan bila  hal itu terus terjadi maka  akan muncul generasi kita cenderung individu  tanpa mengidahkan nilai nilai sosial di masyarakat. Kita liat kalau kita sudah asyik bermain gadget, kita akan berkecenderungan  tanpa mengidahkan  nilai nilai yang ada dan  berkecenderungan  individual  disitu akan tergerus nilai budaya, sastra maupun seni.

Tentunya  nilai  budaya, sastra maupun  seni  harus bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan persoalan karakter bangsa.  “ Dalam   sastra kita akan  lebih bicara perasaan ,jiwa, hati dan bagaimana menghaluskan perasaan . Ada  juga permainan rakyat , nyanyian rakyat yang bisa mengahaluskan jiwa sosial  serta kecerdasan sosial  sehingga mampu  memahami  orang lain . Begitu juga dibidang seni   saat ini lebih cenderung pada  lahiriah saja, dimana seharusnya  dengan seni kita akan mampu menghaluskan  emosi dan bisa menggunakan kata yang lebih santun.

Oleh karena harapan kami dengan adanya seminar  International ini kita bisa membantu menyumbangkan untuk mengembalikan karakter  generasi muda yang saat ini menjadi persoalan bangsa. Kita  contoh dibidang ke ilmuwan bahasa  linguistic merupakan satu ciri bahasa. semisal  kita seorang penutur ataupun  kita memiliki suatu ke ilmuwan  linguistic  kita akan menyampaikan pidato atau orasi  cenderung menggunakan bahasa  lebih halus santun tidak ego dan memahami orang lain tidak cenderung  agitator  ataupun profokasi dalam membakar semangat.

Dikatakan Prof Imam Bahasa sastra dan Seni inilah yang menjadi persoalan yang banyak diperdebatkan dalam konfrensi dan seminar International, kenapa sangat berperan ,  sehingga akan menjadi bahasan yang cukup menarik. Karena bisa membangun karakter bangsa oleh karenanya sejumlah nara sumber mengupasnya diantaranya  ,  Prof. Peter Suwarno (Amerika)  , Ph.D judul The Importance  oral performance , what makes a successful l Proficiency – Based Foreign Language program   dengan dipandu Prof. Dr. Suparno sedangkan   Prof J. Prabbakar Rao ( India) judul Language Policy In Current Times  pemandu Prof. Dr. Anang Santoso  begitu juga  Abdul Roya Panemalae, M.A ( Walaila University)  judul  Literary A Wakening The Nation’s Mental Human  Reation  pemandu Prof. Dr. Abdul Syukuirv  Ghjozali . Mpd sedang pemateri terakhir  Prof  Joko Saryono , M P Judul  Kaum Muda pembentukan karakter dan Intelektualitas dan peran budaya lokal pada abad pengetahuan pemandu Prof Dr. Wahyudi Siswanto, Mpd. (an)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Pendidikan Karakter Bangsa Di Perbincangkan Dalam Konfrensi Dan Seminar International Oleh 16 Negara Di UM"