banner 468x60

Hadirkan Menperin Rektor UMM Mewisuda 1.406 Sarjana

banner 160x600
banner 468x60

menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, yang sempat memberikan orasi ilmian , bawah para wisudawan dan wisudawati di DOM UMM (nyo)

MALANG (KRJ) Drs. Fauzan, Mpd Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mewisuda 1.406 lulusan sarjana pada wisuda angkatan ke 86 periode IV tahun 2017. lulusan terdiri dari tingkat Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana. Hadir dalam wisuda menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, yang sempat memberikan orasi ilmian pandangan dunia bisnis dan kondisi perindustrian di Indonesia pada Sabtu (25/11) di Dom UMM Malang, Jawa Timur.
Dikatakan Airlangga Hartarto Oleh para lulusan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai generasi muda Indonesia, harus memacu kompetensinya dengan fasih berbahasa Inggris serta mampu memahami mengenai statistik dancoding, menjadi salah satu prasyarat menghadapi era ekonomi digital.
“Nilai bisnis industri e-commerce Indonesia mencapai USD12 miliar. Peluang ini yang perlu segera dimanfaatkan. Apalagi, saat ini dunia digital menjadi solusi bagi semua sektor, termasuk di industri kecil dan menengah,” ujarnya.
Dikatakan bahwa Indonesia dalam proporsi ekonominya dapat dikategorikan sebagai sebuah negara industri. Pasalnya, sektor industri merupakan kontributor terbesar bagi perekonomian nasional dengan sumbangannya mencapai lebih dari 20 persen. “Capaian 20 persen sangatlah besar, sehingga Indonesia masuk dalam jajaran elit dunia. Dalam kategorimanufacturing value added, Indonesia masuk dalam 10 besar dunia. Peringkat ini sejajar dengan Brasil dan Inggris serta lebih besar dari Rusia,” kata Menperin ketika menyampaikan orasi ilmianya.
Berdasarkan jumlah prosentase tersebut, Indonesia masuk dalam jajaran lima besar negara-negara dunia yang kontribusi industrinya cukup tinggi. Sementara Inggris menyumbangkan sekitar 10 persen, sedangkan Jepang dan Meksiko di bawah Indonesia dengan capaian kontribusinya 19 persen. “Bahkan, kita juga berada di atas Amerika Serikat,” imbuhnya. Menurut Airlangga, dunia saat ini sudah memandang bahwa manufaktur adalah sektor yang vital bagi perekonomian. Hal ini telah disepakati dalam World Economic Forum yang menyatakan bahwa industri adalah sebuah proses yang melibatkan pra-proses dan post-proses sebagai satu kesatuan.
Dalam bahasa sederhanya, proses industri adalah yang terjadi di dalam dan luar pabrik. “Keduanya tidak dapat dipisahkan. Maka dengan paradigma baru ini kontribusi industri Indonesia dapat mencapai lebih dari 30 persen. Tentu ini semakin menegaskan pentingnya industri bagi perekonomian nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan,kinerja industri kembali di atas pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2017. Ini merupakan momentum baik, yang harus dijaga bahkan perlu ditingkatkan lagi, seiring upaya pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kemudahan berusaha. Langkah ini perlu dijalankan secara sinergi di antara pemangku kepentingan.
Merujuk data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan industri non-migas tumbuh sebesar 5,49 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,06 persen pada triwulan III/2017. Cabang industri yang mengalami pertumbuhan tinggi adalah industri logam dasar sebesar 10,6 persen, diikuti industri makanan dan minuman 9,49 persen, industri mesin dan perlengkapan 6,35 persen, serta industri alat transportasi 5,63 persen.
Menperin menambahkan, dalam kurun lima sampai 10 tahun ke depan, potensi industri juga diandalkan oleh negara-negara lain. Untuk itu, kunci sukses dalam industrialisasi terdapat tiga faktor utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), modal atau investasi, dan teknologi. “Peningkatan kompetensi SDM melalui pendidikan vokasi merupakan program prioritas pemerintah saat ini setelah pembangunan infrastruktur. Penyiapan SDM terampil bertujuan untuk membentuk dan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri atau demand driven,” paparnya.(an)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Hadirkan Menperin Rektor UMM Mewisuda 1.406 Sarjana"