banner 468x60

Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Demo Diknas Dan Mapolresta

banner 160x600
banner 468x60

 

 

MALANG(KRJ.COM)  Setelah menggelar aksi demo di kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual melanjutkan demo ke Polres Malang Kota, Senin (18/2).Di Mapolres Malang Kota, mereka menuntut agar Polisi segera mengusut tuntas dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru kepada muridnya di SDN Kauman 3 Kota Malang.

         Selain melakukan orasi, massa yang berjumlah seratusan orang tersebut juga menyambut kedatangan Komnas Perlindungan Anak."Ini adalah lanjutan aksi kami, setelah pagi tadi kami mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang," ucap Rosalia, Korlap aksi.

           Kata Rosalia, aliansi masyarakat tolak kekerasan seksual ini merupakan gabungan dari 17 organisasi yang ada. Dari informasi yang mereka himpun, kasus pelecehan seksual di Kota Malang selalu menjadi kabar burung semata.

Untuk itu, Rosalia bersama rekan-rekannya yang lain menginginkan Polisi segera melakukan mengusut kasus ini. "Kami akan mengawal kasus ini, akan terus mengawasi agar Polisi bisa mengusut tuntas pelecahan seksual ini," tandasnya.

           Sementara itu, demo yang dilakukan di depan Polres Malang Kota itu dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Beberapa petugas, menghalangi massa yang ingin masuk ke dalam Polres. Sementara petugas Polisi yang lain mengamankan arus lalu lintas karena sempat terjadi kemacetan. Zubaidah, Kadindik Kota Malang memberikan pernyataan terbuka di depan mereka.

         Sementara Kadindik  Zubaidah keluar dari ruang kerjanya menyampaikan bahwa  pihaknya sudah memberikan sanksi kepada guru IM sesuai aturan ASN."Dia juga sudah tidak lagi jadi guru. Sekarang sedang kami proses memberhentikan tunjangan sertifikasinya," jelas Zubaidah kepada pendemo. Untuk tuntutan pendemo agar oknum guru itu dipecat, dikatakan Zubaidah, ada mekanismenya sendiri sebagai ASN.(dl)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Demo Diknas Dan Mapolresta"