banner 468x60

Peneliti RK : Perang Program Belum Tampak Pasangan Pertahana Terbanyak Followernya Di Instagram Maupun Twitter

banner 160x600
banner 468x60

MALANG(KRJ.COM) Hasil penelitian Lembaga Pemantau Pilkada Rumah Keadilan (RK), Pilkada di kota Malang hingga saat ini perang di dunia maya masih belum tampak dari ketiga Calon Walikota Malang. Mereka cenderung memposting yang ringan, belum masuk dalam tataran program kerja.Sehingga tanggapan dari nitizen masih pada tataran figurnya. Seperti disampaikan Nasrullah Ketua LSM RK pada wartawan Sabtu (3/2)
Dikatakan bahwa penelitian dari RK berdasarkan Medsos milik dari ketiga Calon Walikota yang ada di Instagram maupun Twitter. Abah Anton diakui paling banyak followernya kalau dibanding calon lain INSTAGRAM Account: @abahantoncenter Follower: 23.5 K (Februari 2018) Postingan: 423 (Februari 2018) • TWITTER Account: @AbahAntonCenter Follower: 1842 (Februari 2018) Tweet: 591 (Februari 2018).
Sedangkan Account: @nandagudban Follower: 17.9 K (Februari 2018) Postingan: 482 (Februari 2018) • TWITTER Account: @nanda_gudban Follower: 4630 (Februari 2018) Tweet: 424 (Februari 2018) Sedangjkan Account: @sutiajisae Follower: 11.7 K (Februari 2018) Postingan: 321 (Februari 2018) • TWITTER Account: @Sutiaj1 Follower: 688 (Februari 2018) Tweet: 536 (Februari 2018)

Sementara M. Najih Vargholy peneliti RK mengatakan bahwa untuk abah Anton 1 Nov – 9 Jan 2018 Jumlah Unggahan: 85 Postingan Rata-rata/hari: 1 Postingan • 10 Jan – 28 Feb 2018 Jumlah Unggahan: 63 Postingan Rata-rata/hari: 1 Postingan Terdapat penurunan sebesar 26% setelah pendaftaran resmi ke KPU Kota Malang Sedangkan Nanda 1 Nov – 9 Jan 2018 Jumlah Unggahan: 80 Postingan Rata-rata/hari: 1 Postingan • 10 Jan – 28 Feb 2018 Jumlah Unggahan: 87 Postingan Rata-rata/hari: 2 Postingan Terdapat peningkatan sebesar 9% setelah pendaftaran resmi ke KPU Kota Malang sedangkan Sutiaji . 1 Nov – 9 Jan 2018 Jumlah Unggahan: 31 Postingan Rata-rata/hari: Tidak sampai 1 Postingan • 10 Jan – 28 Feb 2018 Jumlah Unggahan: 147 Postingan Rata-rata/hari: 3 Postingan Terdapat peningkatan sebesar 374% setelah pendaftaran resmi ke KPU Kota Malang.

Ditambahkan M. Najih Vargholy Di era digitalisasi informasi ini, media sosial telah menjadi sarana yang paling efektif bagi masyarakat dalam berkomunikasi satu sama lain. Sadar akan hal tersebut, para Calon Walikota Malang 2018 pun juga menggunakan media sosial sebagai sarana berinteraksi dengan masyarakat pemilih. Media sosial merupakan salah satu sarana bagi para pasangan calon (Paslon) Pilkada Kota Malang 2018 untuk memperkenalkan diri serta menyampaikan program-program yang akan dilaksanakannya kedepan kepada masyarakat khususnya netizen (warganet). Pada kesempatan kali ini, kami Rumah Keadilan mencoba melakukan analisis terhadap media sosial masing-masing Calon Walikota (Cawali) yakni M Anton, Yaqud Nanda Gudban dan Sutiaji.
Diungkapkan juga oleh Najih Rumah Keadilan sebagai Lembaga Pemantau Pilkada Kota Malang 2018 mencoba untuk menganalisis grafik aktifitas medsos oleh masing-masing Cawali Kota Malang yakni M Anton, Sutiaji dan Yaqud Nanda Gudban.Maksud dan tujuan analisis medsos masing-masing Cawali ini adalah untuk:
Mengetahui grafik peningkatan penggunaan medsos oleh masing-masing Cawali, Mengetahui grafik peningkatan respon dan impresi netizen terhadap unggahan/postingan masing-masing Cawali, mengetahui apa saja isu-isu yang sedang beredar di medsos terkait masing-masing Cawali; dan mengetahui isu negatif/hatespeech/hoax/sara terkait masing-masing Cawali.
Analisis medsos dilakukan dengan cara mengumpulkan, menginventarisasi, dan mengolah data di medsos masing-masing Cawali mulai 1 Nov – 9 Jan 2018 (2 bulan sebelum pendaftaran resmi di KPUD) dan 10 Jan – 28 Feb 2018 (2 bulan setelah pendaftaran resmi di KPUD).
Medsos yang digunakan sebagai bahan analisis adalah Instagram dan Twitter. Dengan pertimbangan bahwa dibandingkan dengan medsos lainnya, masing-masing Cawali lebih aktif dan intens menggunakan kedua medsos tersebut sebagai sarana interaksi dengan masyarakat. Serta kedua medsos tersebut dimiliki oleh masing-masing Cawali.(nyo)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Peneliti RK : Perang Program Belum Tampak Pasangan Pertahana Terbanyak Followernya Di Instagram Maupun Twitter"