banner 468x60

Kapolri Tegaskan Akan Copot Personel yang Terlibat Politik Praktis di Pilkada

banner 160x600
banner 468x60

JAKARTA,KORANRAKYATJATIM.COM - Maraknya aksi politik praktis jelang Pilkada serentak 2020, Kapolri dengan tegas mengingatkan akan mencopot anggotanya yang terbukti berpolitik praktis. Siapa yang melanggar juga akan diproses Propam

.
Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/9)2020 mengatakan dan mengingatkan personilnya untuk tidak berpolitik praktis selama Pilkada Serentak 2020. Idham menegaskan, akan mencopot anggotanya yang terbukti berpolitik praktis. "Kalau ada yang melanggar perintah saya, maka saya akan copot dan proses melalui Propam, baik disiplin ataupun kode etik," Ujarnya
 
Selanjutnya, Idham menegaskan tugas Polri hanya mengamankan jalannya pelaksanaan pilkada. Anggota kepolisian tidak boleh melakukan upaya mendukung salah satu pasangan calon tertentu, maupun tindakan lainnya yang dapat mengganggu netralitas Polri. "Selain itu, Polri juga akan bertindak tegas kepada anggotanya yang melanggar dalam hal protokol kesehatan," tegasnya. 
 
Baru-baru ini, Kompol Joeharno dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Tegal Selatan akibat kasus konser dangdut yang dihadiri ribuan orang di Lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal, pada Rabu (23/9/2020) malam. 
 
Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono mengatakan selain dinonaktifkan dari jabatannya, Joeharno sedang diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.  "Kapolsek sudah diserahterimakan dan Kapolseknya diperiksa oleh Propam," ujarnya.
 
Polisi sedang melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Polisi telah memeriksa 10 orang saksi dan terlapor dalam kasus ini yaitu Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo yang menyelenggarakan acara. 
 
Dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut seperti tertuang dalam Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 Ayat 1 KUHP.(vk)
 
 
 
Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Kapolri Tegaskan Akan Copot Personel yang Terlibat Politik Praktis di Pilkada"