banner 468x60

Cagub Jatim Chofifah Tak Ingin Mendompleng Organisasi Atau Atribut Diri Untuk Dulang Suara

banner 160x600
banner 468x60


MOJOKERTO(KRJ) Calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyindir faktor keturunan atau ‘darah biru’ yang dijadikan alat kampanye pilkada. Sindiran ini terlontar saat menangapi pertanyaan wartawan mengenai larangan penggunaan atribut organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dalam pilkada.
Khofifah yang masih menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU itu setuju dengan larangan tersebut. “Saya setuju. Tolong diingatkan kalau ada yang menggunakan atribut itu. Aturan itu bisa dikawal dan semua bisa mentaati,” katanya saat menghadiri temu alumni dan seminar di Institut KH Abdul Chalim milik pesantren Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Ahad, 21 Januari 2018.
Tanggapan Khofifah pun melebar sampai soal atribut sosial berupa faktor keturunan yang kadang-kadang dibawa dalam ajang pemilu atau pilkada. “Yang tidak boleh memberikan atribut itu yang (bilang) cucu siapa dan cicit siapa,” katanya.
Pernyataan itu menyindir kampanye tim sukses pesaingnya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno, di media sosial. Sejumlah gambar Gus Ipul-Puti tersebar di media sosial dengan keterangan Gus Ipul sebagai cicit pendiri NU KH Bisri Sansuri dan Puti cucu dari Presiden RI pertama Soekarno.
Khofifah juga tak ingin jabatannya di NU sebagai ormas terbesar dibawa-bawa dalam politik untuk mendulang suara. “Di sini pun tidak ada yang bilang saya Ketua Umum Muslimat NU,” katanya.
Khofifah Indar Parawansa juga membantah selalu menggunakan pengaruhnya di Muslimat NU setidaknya dalam tiga kali jadi peserta Pilkada Jawa Timur. “Ibu-ibu Muslimat kalau dari dulu kita kampanye mereka tidak pakai seragam organisasi,” katanya.(fd)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Cagub Jatim Chofifah Tak Ingin Mendompleng Organisasi Atau Atribut Diri Untuk Dulang Suara"