banner 468x60

Bupati Dan Kajari Pamekasan Terkena OTT KPK

banner 160x600
banner 468x60

 

PAMEKASAN (KORANRAKYATJATIM.COM) Bupati Pamekasan Achmad Syafii turut ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan dan Kepala Inspektorat Pemkab Pamekasan, Rabu (2/8/2017).

Achmad Syafii diciduk setelah menghadiri kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMM) di Desa Bukek, Kecamatan Tlanakan.

Busiri, salah satu warga Desa Bukek mengaku heran dengan kejadian OTT yang menjerat bupati Pamekasan. Sebab, sebelumnya Achmad Syafii masih bersama beberapa pejabat di lingkungan TNI AD dan TNI AL dalam acara TMMD.

"Saya kaget tiba-tiba ada informasi Bupati diamankan KPK," ujar Busiri.

Setelah hadir ke acara TMMD, Bupati Syafii kemudian memimpin rapat terbatas dengan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Sebelum rapat selesai, Achmad Syafii kemudian dijemput penyidik KPK menuju kantor Polres Pamekasan bersama sejumlah pejabat dan jaksa yang lebih dulu ditangkap.

"Ada dua petugas KPK yang mengamankan Achmad Syafii tadi saat memimpin rapat di kantor Pemkab Pamekasan. Dia tiba pada jam 12.10 WIB," kata salah satu sumber di Polres Pamekasan.

Operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, diduga terkait pengelolaan dana desa.

Diduga, masalah terkait pengelolaan dana desa tersebut sempat ditangani oleh kejaksaan.

"OTT diduga terkait dengan proses hukum yang sedang berjalan di sana. Kami juga tengah mengamati relasinya dengan dana desa ," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Sejumlah pejabat dibawa oleh petugas KPK terkait operasi ini, termasuk Bupati Pamekasan Achmad Syafii, Kepala Inspektorat Sucipto Utomo dan Kepala Kejari Rudi Indra Prasetya.

Bersama dengan mereka, KPK juga membawa Kepala Seksi Intel Sugeng, Kepala Seksi Pidana Khusus Eka Hermawan dan dua staf Kejari, serta dua staf Inspektorat dari Pemkab Pamekasan.

Selain itu, dua kepala desa juga ikut dibawa, yakni Agus Kepala Desa Dasuk, Kecamatan Pademawu, Muhammad Ridwan Kepala Desa Mapper, Kecamatan Proppo.

Kasus dana desa

           Pada September 2016 lalu, Polres Pamekasan pernah memeriksa 56 orang terkait dugaan penyelewengan alokasi dana desa (ADD) di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

Pemeriksaan kasus dugaan penyelewengan ADD Kecamatan Proppo ini bermula saat pencairan dana tahap pertama bulan Juni terjadi pemotongan sebesar Rp 950.000 untuk 26 desa se-Kecamatan Proppo.

         Uang hasil pemotongan tersebut akan diberikan kepada aparat keamanan, LSM dan wartawan.

Namun, sebelum dana hasil pemotongan itu diserahkan sudah terendus oleh Polres Pamekasan.

         Total ADD se-Kecamatan Proppo untuk tahap pertama mencapai Rp 13 miliar untuk 27 desa. Namun, hanya satu desa tidak dicairkan karena persyaratannya tidak lengkap.

Meski demikian, belum diketahui pasti apakah operasi tangkap tangan ini terkait kasus penyelewengan dana desa yang dimaksud.(fd)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Bupati Dan Kajari Pamekasan Terkena OTT KPK"