banner 468x60

Sosialisasikan UU No 23 Tahun 2002 Kurangi Kejahatan Terhadap Anak

banner 160x600
banner 468x60

 

 

Sekretaris Dinas Sosial Kota Malang Dra. Pipih Triastuti didampingi Djoko Nunang Ketua LPA Kota Malang dan seorang narasumber dari Women Crisis yang juga dari LPA (dil)

 

MALANG(KRJ.COM) Lembaga Perlindungan Anak ( LPA ) Kota Malang, telah menangani cukup banyak kekerasan dan kejahatan terhadap anak. Diantaranya yang sempat digagalkan pada tahun 2018 ada 6 anak yang di tarik kembali ke kota Malang, karena mereka akan diperdagangkan ke luar pulau.” Namun, berkat laporan masyarakat, akhirnya LPA berhasil menarik itu dari luar jawa dan dikembalikan ke kota Malang,” tandas Djoko Nunang Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) kota Malang menyampaikan pada koranrakyatjatim.com di sela memberikan materi di Dinas Sosial Kota Malang Sabtu (16/3)
             Dikatakan Nunang kasus perdagangan anak itu telah diselesaikan dengan baik, tentunya LPA terus tetap melalakukan pemantauan, agar tak terulang kembali. Sementara kasus lain soal penelantaran anak juga cukup lumayan ada 19 laporan yang masuk di LPA pada tahun 2018, sedangkan berbagai kasus yang terkait dengan anak hingga 2 Maret 2019 terdapat 18 laporan, termasuk kasus yang menghebohkan di kota Malang hingga Ketua KPAI Sirait datang ke Kota Malang. Kasus pelecehan terhadap siswa di salah satu sekolah di kota Malang itu hingga saat ini LPA juga ikut melakukan pendampingan, namun bukan persoalan hukumnya, namu masalah pengembalian psikologi anak sehingga mereka tak malu dan tetap tak menggagu sekolahnya.“ Kami dampingi dari sisi Psikologinya, kasus pelecehan anak disalah satu sekolah dikota Malang,” ujar Nunang.

Djoko Nunang Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) kota Malang (dil)

 

           Dikatakan jumlah korbanya memang cukup banyak, oleh karenanya kita dampingi mereka agar bisa pulih psikologinya, tentunya LPA menggandeng dengan fakultas psikologi yang ada di perguruan tinggi di kota Malang. Saya mengharapkan jangan sampai muncul di kota Malang kasus yang serupa, karena akan bisa mencoreng kota Malang sebagai kota pendidikan, sehingga menjadi atensi nasional hingga KPAI turun di kota Malang.

            Oleh, karenanya kami selalu berkeliling mensosialisasikan UU perlindungan anak termasuk di Dinas Sosial kota Malang ini, karena cukup banyak yang harus kita lindungi selain, anak yang orang tuanya mampu menyekolahkan anaknya juga , para anak jalanan serta sejumlah rumah singga yang ada di kota Malang ini harus bisa mendapatkan perhatian. Harapannya jumlah penduduk kota Malang yang hampir 800 Ribu orang ini , jumlah anak dan mahasiswa bisa mencapai 400.000 jiwa, jangan sampai ada persoalan, karena malang kota pendidikan yang harus di jaga, jangan sampai ada kultur yang salah mulai dari bahaya ,merokok maupun Narkoba. (adv/dil)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Sosialisasikan UU No 23 Tahun 2002 Kurangi Kejahatan Terhadap Anak"