banner 468x60

Pengembang Usaha Topeng dan Usaha Lele Dapat Penghargaan Walikota Dan Bantuhan Uang Dari UMM Pada HKSN

banner 160x600
banner 468x60

 

MALANG(KRJ.COM)  Pemerintah Kota Malang memberikan penghargaan  pada pengembang usaha topeng warga binaan Dinas Sosial Kota  Malang. Pemberian piagam diserahkan Wakil Walikota  Malang Ir. Sofyan Edi Jarwoko pada Wahyu Syahputra warga binaan Dinsos Kota  Malang pada Hari Kersetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) ke 16  pada Jumat (7/12) di Taman Krida Budaya Jawa Timur.

            Selain itu juga Wahyu Syahputra juga dapat bantuhan dari  Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan bantuhan uang Rp.500 Ribu. Dikatakan Wawali  tahun depan, lingkungan pondok sosial (Liponsos) Kota Malang akan segera difungsikan. Hunian yang diperuntukkan bagi anak jalanan (anjal) dan gepeng itu saat ini sudah selesai dibangun, dan akan dimanfaatkan untuk memberi keterampilan khusus agar anjal dan gepeng tidak menggantungkan hidupnya di jalanan.

            Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan, bangunan Liponsos ada di kawasan Tlogowaru dan tidak jauh dari area Kampung Topeng yang terlebih dulu dibangun untuk menampung gepeng dan anjal. Nantinya, berbagai pembinaan akan diberikan kepada para anjal dan gepeng tersebut mulai dari keterampilan sosial hingga ekonomi.

"Dan di sana bisa menampung sekitar 50 orang. Harapannya mereka bisa dibina untuk menjadi lebih mandiri lagi," katanya pada wartawan, Jumat (7/12/2018).

         Menurutnya, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang terus berupaya dengan berbagai inovasi baru untuk membuat masyarakat yang selama ini hidup di jalanan agar lebih mandiri. Berbagai pelatihan diberikan termasuk warga di Kampung Topeng yang dibekali dengan berbagai pengetahuan.

           Dia pun menyampaikan jika membina masyarakat gepeng dan anjal bukan hal mudah. Karena sebelum pola pikir mereka berubah dan masih tergantung hidup di jalanan, maka akan susah untuk mereka menjadi lebih mandiri lagi. Maka, langkah utama yang jarus dilakukan adalah merubah pola pikir mereka.

         Tak hanya itu, dengan keterampilan yang dimiliki warga binaan Dinsos di Kampung Topeng, menurutnya peran serta masyarakat dan pengusaha sangat besar di sana. Saat ini, warga binaan Kampung Topeng sudah terampil membuat beragam olahan kuliner dan pernak pernik unik sebagai buah tangan. Namun sayangnya, masih belum bisa memproduksi dalam jumlah besar.

          "Kami pun berharap, pengusaha dan masyarakat lebih peduli lagi, dan mau memberdayakan kreasi yang dihasilkan warga binaan Dinsos yang ada di Kampung Topeng," ujarnya.

              Beberapa kegiatan Pemerintah Kota Malang ke depan juga diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan yang dimiliki oleh warga Kampung Topeng. Minimal untuk beragam kuliner yang disediakan di sana. Di antaranya seperti bakso dan aneka olahan keripik. Pembinaan terhadap warga binaan itu pun diharap terus dimaksimalkan lagi.

             "Sehingga kualitasnya juga lebih bagus lagi dan masyarakat tidak enggan memesan olahan dan beragam pernak-pernik yang dihasilkan di Kampung Topeng. Kalau nggak ada dukungan, maka sulit merubah pola pikir warga binaan tersebut," tandasnya.

            Selain usaha topeng Binaan Dinsos Kota Malang juga Pengembang usaha Lele milik Kamto juga dapat penghargaan  dan diberikan bantuhan Rp,500 Ribu oleh Universitas Muhammadiyah Malang (dil/adv)  

 

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Pengembang Usaha Topeng dan Usaha Lele Dapat Penghargaan Walikota Dan Bantuhan Uang Dari UMM Pada HKSN"