banner 468x60

Bila Sudah Bisa Mandiri Dengan Usaha KPM Ingin Lepaskan Dari PKH

banner 160x600
banner 468x60

 

 

MALANG(KORANRAKYATJATIM.COM) Warga Kecamatan Kedungkandang  yang mendapatkan bantuhan Program Keluarga Harapan (PKH),tidak menginginkan terus menerus memperoleh bantuhan,kalau bisa mandiri  dengan cara berjualan rujak atau pecel, maka mereka banyak yang menginginkan untuk melepaskan diri dari bantuan.Sudah ada  beberapa warga yang  berusaha melepaskan diri karena  sudah ada  empat orang yang berusaha melepaskan diri Ujar Yuni   salah satu  Keluarga  Penerima Manfaat (KPM)  pada koranrakyatjatim.com  Sabtu (23/10) .di kecamatan Kedungkandang.

            Dikatakan Yuni salah seorang KPM Kecamatan Kedungkandang Kota Malang sangat bersyukur karena telah mendapatkan bantuan Pemerintah melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Pasalnya, melalui program PKH ada salah seorang KPM dapat membuka usaha sendiri.

Diantaranya ada Niati saat melayani pembeli di warung pecel miliknya

Ia adalah Niati, di mana ia sudah mendapat PKH sebelum tahun 2020 dan memanfaatkan uang dari PKH itu sebagai modal usaha. Kini, usaha Niati yang ditekuninya yakni sebuah warung pecel yang sudah memiliki omzet lumayan besar.

Niati  berhenti mengikuti program PKH karena dia merasa sudah mampu dan tercukupi dari usaha yang dimiliki untuk perekonomian keluarganya.

Niati mengaku bahwa setelah sekian lama dirinya mendapatkan pembinaan dari fasilitator PKH, saat ini ekonomi keluarga semakin membaik. Awalnya sebagai ibu rumah tangga, tapi sekarang sudah memiliki sebuah warung pecel.

“Bukannya tidak membutuhkan uang. Tapi saat ini saya merasa sudah mampu, karena itu lebih baik uang PKH yang saya terima untuk orang lain (yang membutuhkan) saja,” ungkap Niati,

Oleh karena itu, Niati akhirnya memutuskan tidak mau menerima PKH lagi, sehingga PKH miliknya bisa diberikan kepada pihak lain yang membutuhkan. Dia berharap melalui PKH semakin banyak warga miskin yang bisa terbantu.

Fasilitator PKH, Kelurahan Kotalama, Iswahyuni Anjari Rahmi membenarkan bahwa Niati sudah mengajukan surat resmi untuk tidak lagi menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari PKH. Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan warga RT 10/RW 3, Kelurahan Kotalama itu lantaran sudah berhasil membangun usaha. Tentu hal ini sebagai kabar gembira, karena salah satu penerima bantuan PKH sudah berhasil melewati masa sulitnya.

“Bukan hanya Niati. Tapi nanti  ada empat warga penerima bantuan yang  berhenti dari PKH. Mereka akan segera menyusul Niati,” terang Yuni, panggilan akrab Iswahyuni Anjari Rahmi.

Suksesnya Niati ini adalah sebuah kegembiraan, karena PKH berhasil memberikan manfaat kepada orang yang benar-benarmembutuhkan“Masih banyak warga yang sebenarnya layak mendapatkan PKH. Namun belum mendapat, ke depan akan kami arahkan ke sana,” ujar Yuni.(adv/dil)

 

 

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Bila Sudah Bisa Mandiri Dengan Usaha KPM Ingin Lepaskan Dari PKH"