banner 468x60

Hasil Pemeriksaan Dinkes 20 Awak Bus Terkena Penyakit Hipertensi

banner 160x600
banner 468x60

Pemeriksaan awak bus di Terminal Arjosari Kota Malang (nyo)

MALANG(KRJ.COM) Hasil pemeriksaan Petugas Dinas kesehatan Kota Malang ditemukan sekitar 20 orang sopir bus di Terminal Arjosari Kota Malang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi). Petugas juga menemukan sekitar lima orang sopir bus menderita diabetes.
Hal ini diketahui setelah pemeriksaan sopir bus di terminal itu, Kamis (7/6/2018). Selama dua hari hingga Jumat (8/6/2018) petugas kesehatan gabungan menggelar pemeriksaan kesehatan kepada sopir bus menjelang masa angkutan Mudik dan Balik Lebaran. Pemeriksaan ini rutin digelar setiap tahun menjelang masa angkutan Lebaran dimulai H-7 Lebaran.
Tahun ini petugas yang terlibat dalam pemeriksaan itu antara lain Dinas Kesehatan Kota Malang, Puskesmas Cisadea, Dokter Kesehatan Polres Malang Kota, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, juga RS Persada dan beberapa sukarelawan.
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kerja Dinkes Kota Malang dr Lucy Herawati mengatakan pemeriksaan itu merupakan kegiatan rutin menjelang masa angkutan Lebaran.
'Dengan sasaran para sopir. Melalui kegiatan ini, kami bisa mengetahui kondisi kesehatan sopir sehingga bisa tahu apakah sopir yang bersangkutan layak mengendarai bus atau tidak. Hal ini tentunya makin memberikan rasa aman untuk penumpang yang mengendarai bus," ujar Lucy, Kamis (7/6/2018).
Pemeriksaan kesehatan itu antara lain meliputi, pemeriksaan kadar gula darah, tekanan darah, kadar alkohol, juga pemeriksaan fisik dan ketajaman mata.
Sementara itu di hari pertama pemeriksaan hingga pukul 13.00 Wib, petugas telah memeriksa sekitar 60 orang sopir bus. Dari 60 orang yang diperiksa itu, 20 orang diketahui mengalami hipertensi dan lima orang menderita diabetes.
"Rata-rata sehat, meskipun ditemukan 20-an orang mengalami hipertensi dan lima orang diabetes. Bagi yang perlu mengkonsumsi obat, kami beri obat. Sedangkan yang hanya perlu istirahat, kami sarankan supaya istirahat. Seperti sopir yang hipertensi bisa jadi karena kelelahan dan kurang tidur. Karenanya kami sarankan istirahat, tidur minimal dua jam setelah menyetir kendaraan," ujar dr Wijatmiko, dokter pelaksana Puskesmas Cisadea.
Wijatmiko lantas menyarankan kepada para sopir bus mengatur pola makan dan rajin olahraga. Anjuran kepada sopir yang mengalami hipertensi supaya beristirahat dua jam setelah nyetir, dan tidur malam minimal 7 jam.
"Dan jangan lupa kontrol secara rutin ke fasilitas kesehatan terdekat," ujarnya. Hingga siang hari, petugas juga tidak menemukan sopir yang di dalam urinenya mengandung kadar alkohol.
Sementara itu Siyadi, sopir bus trayek Malang - Surabaya mengaku secara sukarela memeriksakan dirinya. "Untuk mengetahui kesehatan sendiri, cek kesehata. Juga untuk kebaikan bersama, demi para penumpang. Hasil pemeriksaan menyebutkan kondisi saya sehat," ujar Siyadi.(dil)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Hasil Pemeriksaan Dinkes 20 Awak Bus Terkena Penyakit Hipertensi"