banner 468x60

Setelah RUPS 2018 Dirut Bank Jatim Penggantinya Nunggu Sinyal Gub Jatim Mikul Dhuwur Mendem Jeruh Pesan Soeroso Mantan Dirut Bank Jatim

banner 160x600
banner 468x60

Mantan Dirut bank Jatim Soeroso dan Jajaran Direkrur dan Pimpinan

Surabaya (koranrakyatjatim.com) Jajaran Pimpinan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bankjatim) pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2018 yang digelar di kantor pusat, Jumat (26/4/2019). Melakukan pergantian pimpinan strategis di jajaran Bank Jatim mulai dari Dirut hingga sejumlah Direktur. Sedangkan hingga saat ini Dirut Bank Jatim masih kosong, penggantinya menunggu dari sinyal Gubernur Jatim Chofifah Indarparawangsa.
Sejumlah pimpinan strategis Bank Jatim yang diganti diantaranya telah selesai masa jabatanya dari empat Direksi. Yakni Direktur Utama (Dirut) Bank Jatim R Soeroso, Direktur Operasional Rudie Hardiono, Direktur Menengah Korporasi Su’udi dan Direktur Ritel Konsumer dan Usaha Syariah, Tony Sudjiaryanto.
Komisaris Independen Bank Jatim, Candra Fajri Ananda menjelaskan, berdasarkan hasil RUPS, R Soeroso sudah tidak lagi menjabat sebagai Dirut karena masa jabatannya telah habis dan sudah menjabat sebagai direktur utama di dua BUMD Pemprov Jatim. Yaitu di PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jatim atau Bank UMKM Jatim.
"Aturan dua periode masa jabatan itu berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Kami masih belum memutuskan siapa pengganti Pak Soeroso. Kami punya waktu selama 90 hari untuk menetapkan direktur utama yang baru. Nanti akan ada RUPS Luar Biasa,” kata Candra Fajri.
Sedangkan untuk Direktur Menengah Korporasi Su’udi, meski masih satu periode, untuk selanjutnya tidak bersedia menjabat lagi karena terkendala usia. Sementara Direktur Operasional Rudie Hardiono dan Direktur Ritel Konsumer dan Usaha Syariah, Tony Sudjiaryanto, sudah dua periode.
Terkait kekosongan jabatan Dirut, Bank Jatim akan dikendalikan oleh direksi lain yang masih aktif. Tidak ada pelaksana tugas (Plt) Dirut, karena Candra mengaku bahwa di perbankan tidak mengenal Plt. “Dalam sepekan ke depan, kami akan membuka kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk mengisi jabatan (direksi) tersebut melalui berbagai seleksi. Nanti akan kami umumkan lewat laman resmi perusahaan terkait lowongan dirutBank Jatim,” jelasnya.
Sementara itu, mantan Dirut Bank Jatim R Soeroso mengatakan, tantangan Bank Jatim ke depan adalah persaingan layanan perbankan, terutama dalam soal teknologi. Saat ini, segala macam layanan transaksi keuangan, sudah berbasis digital. Bank Jatimtentu harus mampu mengimbangi agar mampu bersaing dan memenangi kompetisi.
“Kompetisi itu penting agar bisa memberi layanan terbaik bagi masyarakat,” kata Soeroso. Selain itu juga para pimpinan Bank Jatim diminta untuk bisa mikul dhuwur mendem jeruh, setelah dirinya tak menjabat lagi
Sementara itu, terkait kinerja, selama triwulan I 2019, bank yang mayoritas sahamnya dikuasai Pemprov Jatim itu membukukan laba bersih Rp 405,5 miliar tumbuh 7,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy). Untuk aset, tumbuh 14,06 persen menjadi Rp 63,1 triliun.
Selama periode tiga bulan di 2019, Bank Jatim mencatatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 51,82 triliun atau tumbuh 15,16 persen. Dari sisi pembiayaan, emiten berkode BJTM itu berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 33,7 triliun atau tumbuh 7,27 persen (yoy). Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp7,15 triliun atau tumbuh 16,61 persen (fdl).

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Setelah RUPS 2018 Dirut Bank Jatim Penggantinya Nunggu Sinyal Gub Jatim Mikul Dhuwur Mendem Jeruh Pesan Soeroso Mantan Dirut Bank Jatim"