banner 468x60

Kanwil DJP III Kerja Bareng Dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jatim II

banner 160x600
banner 468x60

 

MALANG (KRJ.COM) Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III kerjasama dengan kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jatim II untuk tingkatkan pendapatan.

Dikatakan Kepala DJP Jatim III, Rudy Gunawan Bastari tahun ini menargetkan capaian penerimaan pajak sebesar Rp 31,53 triliun. Sementara pada triwulan pertama ini, pihaknya baru merealisasikan penerimaan sebesar 14 persen. 

Target itu sendiri meningkat lebih banyak dibanding tahun 2017 lalu, yakni sebesar Rp Rp 25,72 triliun. Dari keseluruhan pajak, 80 persennya berasal dari industri tembakau, salah satunya rokok. 

Oleh karena itu, pihaknya pun berupaya untuk menggenjot penerimaan tersebut dengan menjalin sinergi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jatim II.

Kerjasama antara dua instansi di bawah kewenangan Kementerian Keuangan tersebut pun dinilai memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penerimaan negara dari sektor pajak dan cukai.

Lebih Lanjut di sampaikan Kepala DJP Jatim III, Rudy Gunawan Bastari mengatakan, kerjasama antar keduanya sebenarnya telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Namun baru digencarkan di tahun 2017.

"Berbagai capaian positif telah diraih sepanjang tahun 2017, salah satunya disebabkan adanya kerjasama kami bersama Bea Cukai. Tahun ini kita tingkatkan kerjasama ini, karena hasilnya nyata," ujar Rudy pada saat acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di kantor DJP Jatim III, Kamis (19/4).

Dengan adanya kerjasama ini, pihaknya berharap selain bisa meningkatkan penerimaan negara, juga mampu meningkatkan kesadaran Wajib pajak (WP). "Ke depan, wajib pajak yang tidak patuh menjadi patuh. Apalagi pelayanan dipercepat. Intinya, kerjasama ini bukan untuk menakuti wajib pajak, namun mempermudah pelayanan pada wajib pajak," paparnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala DJBC Jatim II Agus Hermawan. Menurutnya, setelah kerjasama ini, target yang diraih bukanlah penerimaan pajak atau penerimaa Bea Cukai. Namun lebih umum yakni penerimaan negara. 

"Kerjasama dengan DJP Jatim III membuat kami lebih mudah untuk mendeteksi mana saja perusahaan yang memiliki kepatuhan tidak hanya membayar pajak, namun juga membayar penerimaan negara di sektor cukai," ungkap dia.

Pasalnya, prinsip equity atau persamaan harus dijunjung dalam mengoptimalkan target penerimaan negara. Prinsip itu diterapkan kedua instansi dengan menggelar Joint Analysis atau pertukaran data, informasi, dan analisis terkait potensi pajak, bea masuk, serta bea keluar. 

Selain itu, sejak tahun 2007 lalu, implementasi program Join Visit atau melakukan kunjungan bersama ke beberapa wajib pajak yang bergerak di bidang industri pengolahan tembakau juga gencar dilakukan.

"Dalam hal ini, kami mendorong perusaahan bisa berkompetisi secara sehat. Jika satu perusahaan taat membayar pajak, maka perusahaan yang lain juga harus membayar pajak. Ini prinsip persamaan," tegas Agus. (fadil)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Kanwil DJP III Kerja Bareng Dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jatim II"