banner 468x60

Capaian Rp25,80 Triliun DJP Jatim III Berada Di Posisi Ke 2 Se Indonesia

banner 160x600
banner 468x60

 

 

MALANG(KRJ.COM) Perusahaan Industri rokok sebagai penyumbang pajak terbesar dalam penerimaan pajak yang ada di Kanwil Direktorat Jendral Pajak (DJP) Jatim III mencapai 100,33% dari target penerimaan Rp25,72 triliun di 2017 mengatakan realisasi penerimaan sampai dengan 29 Desember 2017sehingga melampaui dari target penerimaan pajak tahun ini..ujar Kepala
Kanwil DJP Jatim III Rudy Gunawan Bastari.
         Dikatakan Rudi bahwa Alhamdullilah kita menempati urutan kedua se Indonesia setelah Banten. memang perusahaan rokok yang ada di wilayah DJP Jatim III cukup banyak mulai dari kecil hingga besar, bahkan ada juga yang kecil-kecil mereka di sasar semua agar taat membayar pajak.Sedangkan yang besar ada PT. Gudang Garam Tbk,yang juga menjadi sasaran DJP Jatim III bisa dengan membayar pajaknya secara maksimal. “ Selain itu sejumlah perusahaan yang dianggap tak layak sebagai perusahaan asal ia memiliki NPWP juga jadi sasaran,kita tidak mau tau itu perusahaan dikatakan orang umum sebagai perusahaan gelap, asal memiliki legalitas tetap kami sasar.”ujarnya.
        “Yang paling banyak menyumbang penerimaan, sektor industri pengolahan,” ujarnya di Malang, Sabtu (30/12/2017).Sektor industri pengolahan dimaksud, industri hasil tembakau (IHT) karena di wilayah kerja Kanwil DJP Jatim III banyak berdiri industri rokok. Industri pengolahan menyumbang 65,38% dari total penerimaan pajak. Sumbangan dari IHT mencapai 85% dari total penerimaan di sektor industri pengolahan.Selanjutnya, sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 9,19%, perdagangan besar dan eceran serta reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 5,86%.
Administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib sebesar 4,98%, konstruksi 4,30%, dan sektor lainnya sebesar 10,29%.Dia memperkirakan, relatif tingginya realisasi penerimaan dari IHT dipicu pelaku di industri tersebut memanfaatkan untuk menyetok pita cukai rokok karena per-1 Januari 2018 tarifnya naik. Dengan banyaknya stok pita cukai rokok, maka pelaku industri masih dapat menikmati tarif pita cukai rokok yang berlaku pada 2017 yang belum ada kenaikanDampak dari tingginya pemesanan pita cukai rokok pada Desember 2017, otomatis memacu penerimaan pajak dari cukai IHT sehingga berpengaruh pada total penerimaan pajak di tahun ini.
         Pencapaian penerimaan di 9 Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jatim III, dia menegaskan, semuanya melampaui target penerimaan. KPP Pratama Kepanjen 108,22%, KPP Pratama Malang Selatan 104,62%, KPP Madya Malang 103,69%, KPP Pratama Batu 102,85%. Selanjutnya, KPP Pratama Situbondo 102,41%, KPP Pratama Malang Utara 102,36%, KPP Pratama Singosari 101,97%, KPP Pratama Kediri 100,97%, dan KPP Pratama Pasuruan 100,55%.
        Di 2018, kata dia, Kanwil DJP Jatim III akan berusaha menjaga loyalitas wajib pajak (WP) bayar, bahkan diupayakan meningkat agar penerimaan pajak di wilayah kerja kantor tersebut tetap terjaga baik.Bagi mereka, baik badan maupun orang pribadi, yang sebenarnya sudah masuk dalam kategori wajib bayar pajak namun belum membayar pajak, maka pihaknya akan melakukan penyisiran agar mereka dapat terkover pajak.
Kanwil DJP Jatim III juga akan terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar sadar dan senang untuk memenuhi kewajibannya membayar pajak. Pihaknya juga melatih relawan pajak agar dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara luas. Kanwil DJP Jatim III juga mendinamisasikan Tax Center-Tax Center di kampus-kampus untuk mendukung upaya menggenjot penerimaan pajak.“Kami juga akan bekerja sama dengan Media dan pemda untuk menggencarkan sosialisasi tentang pajak,” ungkapnya.(fd)

Email Autoresponder indonesia
No Response

Leave a reply "Capaian Rp25,80 Triliun DJP Jatim III Berada Di Posisi Ke 2 Se Indonesia"